Author Archives: Ust. Muhammad Arif Widodo

Ihsan

By Ust. Muhammad Arif Widodo, January 31, 2017

Untuk anak laki-laki, dua ekor kambing. Untuk anak perempuan, cukup seekor kambing saja. Begitulah aqiqah yang dianjurkan ketika anak manusia lahir.

Si Hasan, sebut saja begitu, sangat bersemangat mengkritik anjuran tersebut. Dengan aqiqah dua ekor kambing, katanya, anak laki-laki lebih dihargai dari pada anak perempuan yang diaqiqahi hanya dengan seekor kambing. Perlakuan lebih terhadap anak laki-laki ini merupakan cerminan ketidakadilan gender pada budaya Arab jahiliyah yang masih tersisa dalam Islam. Islam sebenarnya hadir untuk mengubah struktur yang tidak adil ini secara gradual namun pasti. Banyak ayat-ayat Al-Quran atau hadits nabi yang menyuarakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kita semestinya bergerak ke arah sana, meneruskan proses perubahan yang belum selesai, bukan berhenti dengan menuhankan aturan-aturan. Seperti kata Bung Karno, kita harus ambil apinya, jangan abunya.

“Read More”

Tabbayyun

By Ust. Muhammad Arif Widodo, January 31, 2017

Inilah isi sebuah khutbah Jumat yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Saya dengarkan dengan seksama khutbah Jumat itu, saya rekam, soal tabayyun:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu (QS. Al-Hujurat [49]:6)”

Meskipun terdapat perbedaan detail peristiwa, semua riwayat dalam kitab-kitab tafsir seperti At-Thabari, Al-Qurthubi, dan Ibnu Katsir menegaskan bahwa yang menjadi latar belakang turunnya ayat di atas adalah peristiwa penyampaian berita tidak valid oleh Al-Walid ibn ‘Uqbah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. AlWalid ibn ‘Uqbah yang diutus oleh Baginda Nabi Muhammad SAW untuk memungut zakat dari para wajib zakat Bani Mushthaliq (suku Arab yang memeluk Islam tak lama sebelum Perjanjian Hudaibiyah), bukannya kembali menghadap Kanjeng Nabi dengan hasil pungutannya, tetapi malah menyampaikan berita palsu yang bisa berakibat sangat serius: Bani Mushthaliq telah murtad dan hendak memerangi Nabi.

“Read More”